Badai....badai apaan...ada badai ta...dimana... wah ketinggalan berita nich....puasa gini ngomongin badai.... eits!! entar dulu... bukan fenomena alam yang itu tuh... termaksud disini yaitu perilaku putra putri kita yang tiba-tiba menunjukan kerewelannya dengan mengamuk,menangis keras,memukul,menendang dan menjerit hanya karena keinginannya tidak dimengerti oleh kita ataupun misalnya karena dia punya mau sesuatu saat diajak belanja,bertamu dan jalan jalan namun tak terpenuhi keinginan tersebut.Ledakan emosi yang tiba-tiba dari anak itulah yang ingin kita bicarakan dan disebut badai temperament.
Nhah lho...tentu saja tak sedikit diantara kita orang tua yang merasa jengkel dan kecewa juga malu palagi klo' kejadiannya pas di tempat umum....apa itu tak mengganggu puasa kita...... jadi disabarin dulu aja yach....sambil mari kita cari tahu penyebabnya sekaligus solusinya.Tapi percaya deh hal itu wajar dialami anak dan merupakan proses perkembangan yang norma meski dirasa sebagai ledakan dahsyat dalam diri yang tak terkendali serta susah dipahami si anak.Bahkan nich...para ahli psikologi anak justru mengkhawatirkan kalau ada anak yang tak pernah mengalaminya.
Pada anak usia bawah tiga tahun,perilaku temperament ini biasanya ditunjukan dengan menangis melengking keras,menendang,memukul,melempar diri ke lantai,melempar barang-barang,memnahan nafas,membenturkan kepala...dan masih banyak contoh perilaku temperament lainnya yang hiiii mengerikan.Dan pada anak usia diatasnya biasanya perilaku temperament ditunjukan dengan membentak,menghentak-hentakkan kaki,membanting pintu,mengejek,mengancam serta perilaku ekstrem mengerikan lainnya.Bahkan ada anak yang membenturkan kepalanya hingga pingsandan sengaja menahan nafas...duuuuh ngeri deh...Na'udzubillah...yang seperti ini jangan dhonk...
Yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah mengendalikan badai temperament tersebut supaya mengarah kepada hal yang lebih sehat misalnya menjadikan anak mampu menyatakan keinginnannya secara mandiri,menyuarakan pendapat,melepas energi emosi yang tertahan dibawah pengawasan kita serta dapat menjadi sinyal bagi kita saat anak mengalami kelelahan,rasa sakit yang tak terungkap dengan kata-kata.
Penyebabnya secara umum karena anak merasa lapar,lelah,cemburu,belum dapat mengatakan dengan kalimat,belum dapat mengkoordinasikanantara tubuh dan pikiran atau karena perubahan rutinitas dan suasana dan mungkin juga sebab tertekan. Hayo ....sebab yang terakhir disebut itu...kesalahan kita tuh para orang tua yang kebanyakan bilang "JANGAN!!!" Selain itu kadang banyak diantara kita yang tak menyadari telah memberi contoh buruk pada anak yang menjadikan terbentuknya badai tantrum tersebut.Contoh...memaksakan kehendak terhadap anak,membentak,berteriak serta menghukum berlebihan.Saat melihat orang tua kehilangan kendali seperti ini sangat menakutkan bagi anak dan dilain posisi anak meniru dan belajar melakukan hal yang sama.
Badai temperament ini dapat menjadi senjata ampuh bagi anak untuk memicu kemarahan orang tua karena bingung,malu,cemas rasa bersalah,frustrasi,tak berdaya dan pokoknya gado-gado deh campur aduk. Bagaimana mengendalikannya.......nah inilah intinya...kita simak Yuuuuukk....
1. Pastikan anak dalam keadaasn aman saat bom emosi meledak.
Anak mang sedang butuh perhatian namun sangan sampai melakukan hal-hal menyakiti diri sendiri seperti yang sudah disebut diatas tadi.Dn pindahkan anak saat muncul bomnya di tempat ibadah atau umum lainnya biar keributannya tak menjadi perhatian orang.
2. Pastikan tetap tenang
biarkan anak melancarkan serangan badainya sampai dia dapat menenangkan dirinya sendiri.Jangan terpancing untuk ikut emosi,kendalikan diri kita dengan menarik nafas dalam-dalam sambil mengucap ta'awudz untuk meredakannya dan menjauhlah sebentar dari hadapan anak ,jangan lakukan apapun apalagi malah menghukum ataupun menyakiti anak.
3. Cuekin ajah
Membiarkan bom tantrum biasanya merupakan cara yang lebih efektif selama anak tak melakukan hal-hal berbahaya baik bagi dirinya orang lain maupun sekitarnya.Atau bisa juga dengan mengalihkan perhatian pada hal lainnya pada hal yang menarik bagi anak muisal saat nangis melengking ga' jelas maunya...kita katakan..."Eh lihat...kue itu kelihatan enaaak sekali,tapi ibu lagi puasa...adek mau mencicipinya...hmmm klo' ga' kasih ke burung itu aja ya..."dengan mimik melucu.
Untuk anak yang lebih besar,berpura-puralah sibuk dengan kegiatan lain sambil sesekali melirik si anak.
4. Kembalikan kontrol diri anak
Peluklah anak sambil menyerap serta merasakan apa yang dirasakan anak hingga emosi mereda.Katakan dengan lembut bahwa semua akan baik-baik saja Insya Allah anak akan luluhdan lebih tenang.Namun jika justru kita yang tak dapat mengendalikan emosi melihat anak bertingkah seperti itu,maka hindarilah kontak fisik karena dikhawatirkan justru terpicu menyakiti anak.Dampingilah supaya anak menyadari bahwa kita tak akan meninggalkannya dalam kesulitan anak.
5. Maafkanlah serta lupakan
Saat sudah sedikit mereda,biarkan dia tenang dan kita perlu bersikap luwes dan kreatif untuk membantu anak memandang situasi ini dengan kesabaran.kelembutan dukungan dan cinta .
Smoga bermanfaat dan selamat menunaikan ibadah puasa dengan nyaman....
Sumber : Screts to Calming the Storm
Rabu, 03 September 2008
"Tantrum or temperamental pada anak"
Rabu, 27 Agustus 2008
"Melatih anak berpuasa"
Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah hampir tiba, kita bersiap-siap menyambutnya.Sebagaimana sholat serta ibadah lain yang mesti diperkenalkan dan diterapkan kebiasaannya terhadap si kecil,sekarang juga merupakan saat yang tepat untuk melatih puasa sang buah hati kita sejak dini.
Banyak diantara kita yang mengatakan "Ya gimana ya.. mereka kant masih kecil.. masa harus menahan haus dan lapar..kasihan banget dhonk..kita yang dewasa aja kerasa lagian mereka belum diwajibkan berpuasa kant...."
Melatih anak berpuasa memang akan terasa sulit dilakukan namun jika kita konsisten,perlahan dan berkesinambungan tanpa adanya pemaksaan sejak dini,insya Allah akan tertanam kuat dalam diri mereka setelah kelak sudah terkena beban syari'at.
Bagi anak usia 5 - 7 tahun, latihlah untuk tidak makan dan minum setiap dua atau tiga jam sesuai kemampuan mereka.Jika sudah tidak tahan lagi menahan lapar,ijinkan mereka berbuka dan tambah waktu berpuasa hari selanjutnya sampai terbiasa hingga waktu azhan Dhuhur tiba.Bila sudah terbiasa dan mereka tak merasa terbebani tambahkan hingga waktu Ashar tiba.Terus dilanjutkan hingga puasa penuh sampai matahari terbenam.
Seringnya anak memang sangat susah kalau dibangunkan untuk makan sahur dan ini juga memerlukan persiapan.Pada awal masuk bulan Ramadhan, anak begitu bersemangat,tanpa dibangunkanpun saat mendengar suara dari luar rumah "Sahuuuuuur..... sahuuuuur!!! mereka bergegas karena ingin turut serta menyambut Ramadhan.Namun biasanya tidak untuk hari-hari selanjutnya.
Cobalah kita lakukan hal-hal berikut ini untuk membangunkan anak-anak agar bersemangat makan sahur dan menyelesaikannya dengan gembira.
# Pijatan lembut dan olah raga ringan
Tubuh anak masih lemas karena aliran darahnya belum tersalurkan keseluruh bagian tubuh setelah mereka tidur lama sehingga anak susah dibangunkan.Nah pancing anak dengan pijatan lembut dan gerakan-gerakan ringan kemudian ajak anak supaya duduk sesaat beri minuman hangat,barulah tuntun anak menuju tempat cuci muka dan tangan.
# Keluar rumah sebentar
jika anak masih lemas dan enggan bangun,cobalan tuntun anak berjalan jalan di serambi.Dinginnya udara pagi akan membantu melancarkan peredaran darah sambil memandang indahnya bintang-bintang di langit.
# Memilih menu sahur sesuai kesukaan anak secara variatif
Jangan memaksakan diri dengan menyediakan masakan baru yang dimasak saat itu tapi menyiapkan makanan sejak sore dan tinggal menghangatkan merupakan pilihan bijak dan tidak bikin cape'.
Hidangkan menu sahur dalam keadaan hangat sehingga aromanya menggugah selera.Tiap anak memiliki kesukaan berbeda dan hidangkan yang istimewa bagi anak yang jarang didapatkannya diluar bulan Ramadhan.
Janganlah kita sekali-kali memaksa anak untuk berpuasa ataupun melakukan ibadah lainnya jika mereka enggan ataupun karena terpaksa melakukannya.Namun biarkan anak menikmati indahnya suasana Ramadhan seperti sholat tarawih berjama'ah di masjid,mengikuti kegiatan TPA,dan sekali-kali ajak teman-teman sebayanya untuk berbuka bersama dirumah.
Untuk mengisi hari-hari anak berpuasa,dapatlah kita memberi permainan menyenangkan sehingga perhatian ke rasa lapar teralihkan.Misalnya membuat kerajinan tangan dari biji-bijian,daun,manik-manik dan lainnya.Atau juga memberikan sesuatu yang bisa digunting,dirobek dilem sehingga menghasilkan hal menarik.Pilihan lainnya yaitu mengajak anak berkebun atau mengajak mereka memberikan shodakoh ke rumah keluarga kurang beruntung dan biarkan mereka yang memberinya.
Berilah perhatian lebih saat sore hari dimana anak akan merasa sangat jenuh dan lapar ya dukung dan dekati anak dengan kelembutan serta kasih sayang kita jangan malah terlalu sibuk memasak persiapan berbuka sehingga anak merasa terlantar.
Terakhir berilah anak reward,baik berupa hadiah khusus ataupun sekedar pujian untuk usaha mereka.Dan tanamkan pemahaman bahwa hadiah(pahala)dari Allah Ta'alla jauh dan jauh lebih baik dari yang kita berikan.Supaya mereka melakukannya karena Allah semata dan bukan karena mengharap pahala dari kita.
Selamat menyambut bulan penuh berkah ini dengan gembira dan melibatkan putra-putri kita untuk menyiapkan generasi muslim yang tangguh berkualitas dan diridzoi Allah swt.Amiiin
Diposting oleh Happy in Doha - Qatar di 15:37 7 komentar
Senin, 18 Agustus 2008
"Remambapil or diare demam batuk dan pilek"
Sabtu, 09 Agustus 2008
"Balita Membaca"
Senin, 28 Juli 2008
"Belajar menstimulasi tumbuh kembang anak"
kelahiran anak merupakan kebahagiaan serta anugerah terindah yang Allah swt berikan kepada kita dan setiap orang tua.Meski itu anak pertama, kedua,ketiga ketujuh maupun kesembilan kehadirannya mendatangkan kegembiraan bagi orang tua dan seluruh anggota keluarga.Tentu pengecualian bagi sebagian orang tua yang sakit batin atau sebab lain yang secara sengaja tega menelantarkan,menyakiti bahkan membunuh anak sendiri.
Bagi anda yang baru saja menjadi ibu,saya ucapkan selamat berbahagia semoga kita bisa mengemban tugas sebagai ibu dengan baik sehingga menjadikan anak-anak kita generasi qur'ani yang berkualitas.Lalu bagaimana agar supaya kita dapat mencapai cita-cita luhur tersebut?yang pertama perlu kita perhatikan adalah tumbuh kembang fisiknya.Dengan dukungan makanan bergizi seimbang serta stimulasi kasih sayang yang kita berikan kita berharap anak anak menjadi sehat ,lincah dan unggul.
Kita mulai tugas kita sebagai ibu yaitu belajar bagaimana menstimulasi tumbuh kembang anak.Stimulasi tumbuh kembang adalah kegiatan untuk merangsang kemampuan fisik dan mental anak sesuai dengan tahapan umurnya.Ini dapat dilakukan kita sendiri ibunya,angota keluarga lainnya maupun pengasuh.Jenis perkembangan anak yang dipantau dan di stimulasi meliputi kemampuan gerak,berbicara,kecerdasan serta kemampuan kemandirian anak.Pemberian stimulasi dapat dilakukan bertahap,berkelanjutan dan terus menerus.Yang terpenting jangan memaksa jika anak sedang tidak mau melakukannya ataupun sudah bosan.Kita bisa memanfaatkan benda-benda yang ada disekitar anak asal tidak berbahaya.Pilihan juga jika membeli mainan edukatif yang banyak dijual dipasaran.
Selamat memulai ya para ibu...... yang utama adalah ciptakan selalu suasana menyenangkan dengan limpahan kasih sayang kita dan jangan lupa berilah pujian setiap anak berhasil melakukan stimulasi sesuai umurnya.O.K pada kesempatan belajar selanjutnya kita akan membahas bagaimana melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak kita setahap demi setatap dari baru lahir hingga menjadi anak mandiri.Sampai jumpa ibu.... ikhlaskan hati dan tetap semangat.
"Cara pijat bayi dan anak"
Bukan hanya orang dewasa saja yang senang dipijat namun bayi dan anak-anak pun nyaman kalau kita pijat.Banyak banget lho manfaatnya diantaranya untuk membantu perkembangan fisik dan emosinya,merangsang peredaran darahnya dan menambah energi sehingga dia selalu siap belajar sesuai target umurnya.
Selain itu kita juga bisa sambil mengenalkan nama-nama anggota tubuh ke bayi.
Kaki :Pegang pergelangan kaki bayi lalu gerakan tangan kita secara bergantian dari pergelangan kaki bayi sampai ke pangkal paha kemudian urut telapak kaki bayi dari tumit menuju jari.
Punggung :Tengkurebkan bayi pijat dengtan gerakan melingkar mulai dari pundak menuju pantat dan lakukan gerakan menggaruk dari atas ke bawah.
Perut dan dada :Buat gerakan yang membentuk gambar jantung hati dari tengah dada ke samping luar dan meletakan kedua tangan kita di bagian dada kemudian buat seakan kitamenggambar jantung hati kecil pada puting susu bayi ke arah luar.
Wajah : Tekan ibu jari mulai dari pertengahan alis lalu gerakan menurun melalui tepi hidung kearah pipi kemudian ke rahang atas,gerakan ke arah samping seperti membuat garis senyum.Pilin secara lembut telinga bayi gengan mengarahkan ke dagu.
Tangan : Pegangtangan bayi dengan kedua telapak tangan kita mulai dari pundak,kemudian gerakantangan seperti memeras kain secara lembut lalu pijat pergelangan tangan ke arah badan kanan kiri bergantian dari pergelangan menuju pundak.
Yang perlu diigat bahwa memijat bayi bukan mengurut namun hanya merupakan usapan lembut dengan sedikit penekanan.O.K selamat memijat ya...
"Tumbuh sehat tumbuh pintar"
Ini dia pedoman untuk memantau tumbuh kembang anak-anak kami mulai dari kakak Fida,mas Jiddan dan sekarang Adel.
Bayi umur 1 bulan harus sudah dapat:Mengisap asi dengan baik,menggerakan kedua lengan tangan dan kaki sama mudahnya,mata menatap ke ibu dan mulai mengeluarkan suara selain menangis.
Cara menstimulasinya :
a.Ketika bayi rewel,carilah penyebabnya dan peluklah dengan penuh kasih sayang.
b.Gantung benda-benda atau mainan yang berwarna cerah di atas tempat tidur bayi agar bayi melihat dan berusaha menendang serta meraihnya.
c.Latih bayi mengangkat kepala dengan cara menelungkupkannya.
d.Ajak bayi tersenyum terutama ketika bayi tersenyum pada kita
Bayi umur 4 bulan harus sudah dapat :Tengkurap sendiri dan menegakkan kepalanya,menggenggam erat mainan yang ada ditelapak tangannya,mencari arah sumber suara dan membalas senyuman.
Cara menstimulasinya :
a.Berbicara dengan lembut,mencium menyanyikan lagu dan membacakan buku cerita.
b.Menirukan gerakan mimik anak,sering diajak ngobrol dan memperdengarkan berbagai suara seperti kerincingan,suara burung,suara air mengalir,suara kokok ayam dsb.
b.Melatih anak berbalik terlentang dari telungkup dan sebaliknya.
Pada umur 6 bulan anak sudah harus dapat :Duduk sendiri,meraih mainan yang ada dalam jangkauannya, mencari benda yang dipindahkan,mulai mengerti jika diajak bermain dengan pola aturan.
Cara menstimulasinya :
aBersihkan gusi dengan kain kasa hangat setelah minum susu sambil ditekan lembut untuk menyiapkan tumbuh gigi.
b.Angkatlah anak dan bantu berdiri di atas alas yang datar dan kuat
c.Latihlah anak untuk memasukkan dan mengeluarkan benda dari wadah
Pada umur 9 bulan anak sudah harus bisa :Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yang lain,mengucap dua suku kata seperti pa-pa,ma-ma.makan kue tanpa di bantu.
Cara menstimulasinya :
a.Ajak anak bermain dengan permainan yang dilakukan bersama.
b.Bantu anak dengan memperlihatkan gambar benda dan latih anak menyebutkan nama benda tersebut
c.Mengajarkan anak menggelindingkan bola.
d. melatih anak berjalan sendiri.
Pada umur 12 bulan anak sudah harus bisa :Berjalan sendiri,memungut benda-benda kecil seperti kacang dengan jarinya,membedakan kita dengan orang yang belum dikenalnya.dll
Cara menstimulasinya :
a.Melatihnya berjalan dengan cara berpegangan.
b.Makan bersama dengan cara anak anak diajak duduk bersama anggota keluarga yang lain.
c.Sering diajak jalan-jalan untuk menambah memorinya.
"Dampingi buah hati kita main internet yuk..."
Di zaman serba canggih seperti saat ini, anak-anak semakin mudah menyentuh dunia internet. Agar mereka tetap aman berinternet, ikuti cara mengenalkan internet yang baik sesuai usia anak berikut ini.Yuk kita simak bersama..........
A. Usia 2 - 4 tahun :Anak balita yang mulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi orangtua atau orang dewasa.Pendampingan ini bukan sekadar menyangkut soal keselamatan dan keamanan saja, tapi juga membawa anak memiliki pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara Si Kecil dengan orangtua.Pilihlah situs yang cocok, aman, layak dan terpercaya dikunjungi, tanpa perlu memaksa anak keluar dari situs ketika masih menginginkannya..
B. Usia 4 - 7 tahun :Peran orangtua masih sangat penting untuk mendampinginya ketika berinternet. Orangtua juga harus mempertimbangkan batasan, situs apa saja yang boleh dan tidak dikunjungi Si Kecil.Orangtua bisa membuat direktori atau search engine khusus agar anak mudah membuka situs yang layak, sehingga, ia akan mendapatkan pengalaman positif jika menemukan banyak hal baru dari internet.
C. Usia 7 - 10 tahun :Di usia ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosialnya di luar keluarga. Faktor pertemanan dan kelompok bermain juga mulai berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupannya. Ia juga mulai meminta kebebasan lebih banyak.Anak memang harus didorong untuk bereksplorasi, meski bukan berarti tidak ada pendampingan orangtua. Jadi, sebaiknya tempatkan komputer di ruangan yang mudah diawasi agar anak bebas bereksplorasi dengan internet di rumah.Pertimbangkan menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak, untuk mencapai situs yang boleh dikunjunginya, atau gunakan browser yang dirancang khusus untuk anak.Di masa ini, fokus orangtua jangan hanya pada apa yang ia lakukan, tapi juga batasi berapa lama ia online.
D. Usia 10 - 12 tahun :Dimasa pra-remaja ini, anak butuh lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk lebih mengenalkan fungsi internet dalam membantu tugas sekolah, atau menemukan banyak hal, yang berhubungan dengan hobinya.Di usia 12, anak mulai mengasah kemampuan dan nalarnya sehingga ia akan membentuk nilai dan norma sendiri, yang dipengaruhi nilai dan norma yang dianut kelompok pertemanannya.Tugas orangtua adalah membantu mengarahkan kebebasannya. Jadi, fokusnya bukan hanya terpaku pada apa yang ia lihat di internet, tapi juga berapa lama ia online. Batasi penggunaannya, jangan sampai ia tenggelam di dunia maya dan melupakan dunia sosial yang sesungguhnya.
E. Usia 12 - 14 tahun :Inilah saatnya anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya. Bagi anak pengguna internet, kebanyakan akan tertarik online chat (chatting).
Tekankan lagi kepada mereka dasar-dasar penggunaan internet di rumah.Ingatkan juga, agar jangan pernah memberikan data pribadi apa pun, bertukar foto, atau bertemu muka dengan orang yang baru dikenalnya melalui chatting, tanpa sepengetahuan atau seizin orangtua.
Di usia ini juga anak mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Sangat alamiah jika ia mulai penasaran dengan lawan jenisnya.
Nah, waktunya orangtua waspada terhadap aktifitas anak.
Orangtua tak harus selalu berada di satu ruangan ketika anak sedang berinternet. Namun, ia harus tahu, orangtua bisa seawaktu-waktu masuk ke dalam kehidupannya, dan bertanya segala hal tentang aktivitasnya, termasuk aktivitasnya di internet.
Sumber : Tabloid NOVA/INTAN/ICT Watch
Label: buah hati
